Sedikit Saja Tentang Aku

Aku pemikir dan tidak tahu bagaimana caranya menjadi diri sendiri.
Apa kamu tahu?
Kata orang yang mengenalku dengan baik, hidupku rumit, banyak masalah dan malang. Namun faktanya aku merasa bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena kurasa hidupku kurang menantang.
Aku suka menjauhi kerumunan hanya untuk merasa nyaman dan bahagia, kemudian kembali lagi hanya untuk memastikan kehidupan sosialku baik-baik saja. Apakah itu juga disebut pengecut?
Ada ribuan teman di facebook, ratusan teman di twitter, instagram, dan lain-lain. Tapi semua klise, faktanya aku merasa tak benar-benar punya teman.
Aku membatasi sosial mediaku. Aku tak mengekspos kehidupanku secara gamblang disana. Hal-hal terbaik yang dapat kusuguhkan bahkan bukan diriku dan aktivitasku.
Cangkir, buku, pohon besar, musik, kaos kaki adalah sebagian kecil yang aku sukai. 
Menurutku, cinta tak harus memiliki. Oleh sebab itu, aku tak memiliki sebagian besar yang kucintai. Alasannya? Sebagian orang mencintai dengan sungguh-sungguh saat segala sesuatu belum menjadi miliknya. Entah mengapa mereka senang sekali berusaha mati-matian untuk mendapatkan apa yang mereka cintai. Sayangnya banyak dari mereka lupa menjaga, kemudian mulai semena-mena saat telah memilikinya. Aku sendiri enggan menjadi sebagian yang itu, karena kurasa lebih baik aku menghargai apa yang aku miliki dan menjaganya dengan sebaik-baiknya, mengusahakannya setiap waktu. Sampai akhir.
Aku ingin seseorang yang bersamaku merasa dicintai olehku. Itulah sebabnya aku berusaha menjaga apa yang aku miliki dengan sekuat tenaga. Walau aku harus babak belur sendirian. Tidak apa.
Aku tidak terlalu suka laut dan pantai, namun aku senang memaksakan diri untuk berada disana untuk sekedar tahu kapan aku dapat mencintai ombak.
Aku suka candi dan sering heran bagaimana orang-orang dahulu membuatnya, apakah karena mereka punya banyak sekali waktu luang? Kalau aku yang buat, kira-kira berapa waktu tercepat untuk membuat satu Borobudur?
Aku suka bunga kornifer dan udara di pegunungan. Rasanya aku ingin jadi dewa musim dingin yang tinggal di lereng bukit dan menyaksikan bunga-bunga kornifer jatuh tepat di kepalamu, namun ketika sadar bahwa aku lebih suka kaktus dan kamu, aku merevisi keinginanku dan ingin jadi orang biasa saja agar dapat selalu bersamamu, merawat kaktus yang kuletakkan dibawah jendela rumah kita nanti.

Komentar

Postingan Populer